Oct 9, 2010

Trip Kualalumpur - Singapore - Hochiminh (Part 2)

Day 3
sampai di bandara Tan Son Nat Saigon sekitar jam 17.30..kesan pertama ini bandara baru sepertinya..karena msh sepi n terlihat br dibangun bgt.. selesai ambil bagasi saya lsng melihat counter2 money changer n taksi..kalian jgn langsung pilih yah tp ada baiknya tanya2 dulu 1 counter dgn counter lainnya utk harga taksi ke pusat kota nya..karena biasa sk dimahalin..mata uang negara ini adalah Vietnam Dong (VND) nilanya setengah lbh rendah dari rupiah..jd disini saya berasa nilai uang koq ga ada harganya..dan satu lg yg bikin saya agak susah adalah bahasa. mereka tdk banyak yg mengerti bhs inggris jadi kebayang donk susahnya berkomunikasi disini..utk naik taksi minta diantar ke tujuan ketempat yg saya ingini saja susahnya minta ampun..hehee...tp ini pengalaman baru buat saya. seruu... :)

saya menginap di distric 1 di sebuah hostel yg saya dpt dari hasil browsing di hostelworld.com. lumayan murah sewa kamar 2 mlm utk 4 org dewasa dgn 2 double bed hanya dengan harga USD 77.60..murah kan guys? pemilik hostel ini juga bhs inggrisnya kacau jd saya hrs extra pasang kuping jika berbicara dgn nya..tp utk ramah n baiknya jgn ditanya deh..mereka sangat ramah n mau membantu tamu2nya..karena hari sudah malam saya hanya berjalan2 di dekat hostel saja..dan makan malam saya adalah di pho 24..yup.. pho adalah makanan khas ho chi minh..di jkt jg memang banyak di temukan tempat mkn ini. tp ngerasain mkn pho 24 lsng di ho chi minh nya rasanya lbh sedap n seger bgt  loh! irisan beef nya juga gede2 n yg doyan daging babi pasti doyan deh..seporsi jg murah hanya sekitar VND 42.000 (sekitar Rp 21.000)

 =========================================================

Day 4

Sebenernya saya ga suka menggunakan jasa Tour, tetapi di HCMC ini saya terpakasa menggunakan jasa Tour krn tempat yg ingin saya kunjungi jauh dari pusat kota HCMC. maka saya sepakat utk mengambil Sinh Tourist yg cukup terpercaya di Vietnam. letaknya di Pham Ngu Lao yg tdk jauh dr homestay kami, cukup 5 menitan jalan kaki sudah sampai. Ternyata, banyak orang lokal pun mengambil jasa tur ini. Mereka bilang mengerikan naik motor ke Chu Chi Tunnel karena jauh, maklum tidak banyak orang yang punya mobil pribadi di HCMC. Apalagi, harga tur di sini tidak semahal di tempat lain, cukup fair untuk para turis dan orang lokal.

Saya dan 3 sodara saya mengunjungi Chu Chi Tunnel di hari kedua kami di HCMC. Kami pun mengambil paket Chu Chi Tunnel yang satu paket dengan Cao Dai Temple. Selain lebih murah, agar kami bisa menghabiskan satu hari di tempat yang jauh juga. Perjalanan ke Chu Chi Tunnel cukup lama.
Harga tur ini 120.000 VND plus 75.000 VND tiket untuk masuk Chu Chi Tunnel. Untuk menghitung rate mata uang Vietnam dalam Rupiah, mata uang Rupiah di bagi dua sehingga menghasilkan VND.
Jadi, dengan Rp. 60.000 kami sudah mendapatkan mobil elf ber-AC yang nyaman, perjalanan ke Chu Chi Tunnel dan Cao Dai Temple tanpa kepanasan karena cuaca di HCMC mencapai 38 derajat!

Tepat jam 8 pagi saya sudah sampai di travel..dan mobil yg akan membawa kami jalan2 pun sampai..ternyata saya semobil dgn rombongan teman2 dari bdg loh..jauh2 ketemuanya org indo juga, hahahaha...
Lalu bis kami pun menuju Cao Dai Temple yang jauhnya sekitar 2 jam dari HCMC (makanya orang Vietnam malas bawa motor sendiri).

http://www.sacred-destinations.com/vietnam/cao-dai-temple.htm adalah salah satu website panduan saya mengulas perjalanan menuju Cao Dai Temple. Caodaism adalah sebuah agama Vietnam dengan basis filosofi Buddhism, Confucianism, Taoism dan Christianit. Menurut penjelasan tour guide, para anggota sekte Cao Dai seperti mempunyai komunitas sendiri dengan membangun kota mandiri, dilengkapi berbagai fasilitas di sekitar temple. Mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan tanpa prasangka karena mereka mempercayai karma. Kaget juga yah dewnger ada beberapa agama digabungin jd 1 kepercayaan seperti ini..dan lambang cao dai ini adalah 1 mata (warna hitam ditengah).
Yang dijual dalam paket wisata ini adalah prayer session at noon, jam 12 siang. Jadi para turis yang ingin menyaksikan proses sembahyang dipersilakan untuk naik ke lantai 2. Sepanjang upacara selama sekitar 30 menit, pengunjung diminta hening. 10-15 menit pertama masih betah melihat prosesi, setelah itu masing-masing membubarkan diri dengan tertib.

ga sampai upacara selesai saya sudah keluar dan berjalan2 ke sekeliling temple ini..1 tips kalau kesini bw topi yah karena udara disini lumayan puanas loh!


Setelah selesai di Cao dao temple perjalanan kami dilanjutkan ke chu chi tunnel. Seperti biasa, historikalnya bisa langsung diakses ke http://www.cuchitunnel.org.vn/. Sejarah, nama tempat, dan tahun-tahunnya membuat saya mati kutu untuk mengingat semuanya panjang ceritanya guys,hehehehe. Yang membuat berkesan adalah packaging-nya. Banyak jempol deh! Bayangkan saja,  dipikir-pikir kok mau-maunya orang dari berbagai penjuru rela berjalan kaki berpanas-panasan di daerah yang kering dan gersang, kalau bukan karena dibangkitkan minatnya dengan promosi yang maksimal.


Mungkin saya pribadi merasa iri saja. Betapa tidak, sejarah perjuangan Indonesia yang berabad-abad sendiri ternyata sudah menguap ditelan usia. Cuma hapal selama pelajaran IPS dan sejarah di SD dan SMP. Setelah itu? Sekarang jika ditanya anak-anakpun, dengan mudahnya orangtua bilang cari di google aja!


Akhirnya sejarah perang memang selalu menyisakan pengalaman berharga untuk dikenang. Kali ini di Cu Chi (baca : Ku ci) kami diminta berpartisipasi untuk menikmati sisa sensasi perang dalam suasana ‘nyaman’ dengan membayar tiket masuk sebesar 75rb VND.

Awalnya ada pemutaran video tentang perang Vietnam tapi yang ini diskip sampai akhir sesi, lalu dilanjutkan dengan keliling zona hutan disertai warning untuk tetap berada dalam grup. Kabarnya karena masih banyak granat aktif yang masih belum ditemukan. Di titik tertentu ditemui area terowongan yang hanya berukuran 80x60cm *berarti saya masih bisa masuk*, berbagai contoh jebakan perang, tempat pembuatan senjata, dapur umum, bunker, tempat pertemuan, dan lain-lain. 

Lubang di gundukan ini adalah lubang udara..karena dibawahnya terdapat tempat bersembunyi para tentara vietkong..kebayang yah tempat di bwh sekecil n pengap apa secara lubang utk udara nya aja sekecil itu..
Tapi itulah setelah mengalami sedikit pengalaman menikmati ‘hidup’ dalam terowongan yang sempit -yang sudah diperbesar- untuk mencapai jarak 100 m saja, saya merasa bersyukur. Perjalanan menyusuri terowongan selama tak lebih dari 10 menit dengan posisi setengah berdiri tak henti-henti membuat saya terus berdoa dlm hati. Segitu aja pegelnya ga keruan. Kebayang kan betapa mereka menjalani itu selama bertahun-tahun dalam kondisi perang? Merinding rasanya..ga heran juga orang2 vietnam itu kurus2 karena yah kalau ga kurus ga bs masuk ketempat persembunyian ini.
di Chu Chi Tunnel ini juga kami dikasih nyicipin makan singkong rebus..makanan yg biasa dimakan oleh tentara vietkong dulu..lumayan capek, ga terduga perjalanan hari ini..msh kebayang sampe skr saat masuk terowongan kecil yg gelap waktu itu..merinding jg! dan inilah team tour saya saat itu :)
saya sampai kembali ke HCMH city udah jam 6 sore..karena besok waktunya pulang ke indo jd malam ini kami gunakan ke Ben Thanh Market utk beli oleh2..karena udah sore pasar Ben Thanh nya udah tutup dan kami berbelanja di samping kiri pasar ini..yg memang buka sampai larut malam. dan tawar menawar ditempat ini lumayan alot jg..tp penjual disini ramah2..ga seperti di saigon square yg jutek minta ampun..walau mereka ga terlalu fasih inggris tp utk sekedar komunikasi harga n barang mereka cukup lumayan mengerti lah. Pedagang di pasar malam ini hampir sama dengan pasar yg di dlm Ben Thanh market..Terdapat beragam pernak-pernik cantik yang kental dengan gaya Vietnam; banyak sulam, aksen bunga-bunga serta lace. Selain itu, ada juga pakaian berupa blouse, atasan, maxi dress dan rok panjang bernuansa bohemian. Rata-rata koleksinya menggunakan material linen dengan teknik bordiran. saya membeli beberapa tas sulam ini hanya dengan harga VND 100.000 atau sekitar RP. 50.000 murah kan! bisa utk oleh2..hati2 kalap belanja disini yah karena harga2nya memang benar2 murah jika dibandingkan dengan di Jakarta.. :) Belanja ini bnr2 ga terasa tb2 waktu udah jam 11 malam saja dan kami pun bergegas kembali ke homestay kami dgn berjalan kaki..ternyata ga terlalu jauh jg..heheh..telat tau nya nih..
=========================================================
Day 5

Hari yg malas saya lalui. fiuh..hari ini harus kembali ke indo kembali ke kenyataan kerja lg..hiks..senang2nya berakhir deh. pesawat saya take off sekitar jam 8 mlm..jd pagi n siangnya kami masih ada waktu berjalan2..pagi nya saya gunakan dengan beribadah ke gereja. krn sudah dpt no tlp org gereja disini paginya kami di jemput utk menuju gereja yg ada di sekitar district 4.lumayan juga ternyata anggota jemaat disini dan sangat kekeluargaan sekali. karena ada yg berulang thn jd sehabis acara gereja ada makan2..lumayan deh mkn gratis..hahahah...setelah itu udah ada tenaga deh utk mengunjungi beberapa tempat terkenal di HCMH dimulai dengan :
 # Notre Dame Cathedral
Notre Dame Cathedral adalah salah satu gereja Katolik tertua dan terbesar di Vietnam, dan merupakan fitur yang menonjol dari kaki langit kota dengan menara 40 meter yang kembar tinggi.
Gereja ini neo-romantik dibangun dengan batu bata dan genteng yang diimpor dari Perancis, dan terletak di Paris Square yang indah di pusat kota. Patung Perawan Maria, juga di dalam taman kecil, di depan katedral. 


# Patung Uncle Ho

nyari patung ini saya sempet nyasar..muter sampai 2 kali jln yg sama padahal patung ini ada di seberang jln yg saya lewati sebelumnya..hahahaha...lucu juga..

# Gedung Kesenian Ho Chi Minh


# Ben Thanh Market
karena oleh2 masih ada yg kurang alhasil kami ke Ben thanh market lagi deh utk belanja..hehehe...setelah itu ga lupa mampir ke Pho 2000 "Pho for president" yg letaknya ada di sebelah kiri Ben Thanh utk makan siang..nyobain Pho yg pernah di cobain sama presiden amerika Bill Cllinton..kali aja kecipratan nasib bagusnya..hahaha...
]
Dalam kunjungannya ke HCMC, Bill Clinton menyempatkan diri untuk mencicipi Pho. Kesempatan ini tentu saja dimanfaatkan dengan baik oleh si pemiliki restoran dan karyawannya untuk berfoto bersama. Kini foto-foto kunjungan Bill Clinton dipajang di dinding restoran dan untuk mengenang kunjungan Clinton tersebut, maka restoran ini pun dilengkapi namanya menjadi Restaurant Pho 2000 – Pho for President. karena ini hari terakhir di HCMH saya pun memesan Pho dlm porsi besar..biar puas..hahaha...Seperti halnya sup mie pada umumnya, Pho disajikan hangat dalam mangkuk dengan mie khusus yang terbuat dari tepung beras dilengkapi irisan tipis daging atau ayam, toge, dan daun vermicelli. Rasanya mantab dan kesegaran kuahnya menjadikan badan terasa hangat. Jika kurang pedas, kita pun masih bisa menambahkannya dengan bubuk cabe kering atau irisan cabe merah. 

Akhirnya haru kembali ke homestay utk berbenah dan siap2 kembali ke indo.. :( saya pun minta tolong uncle pemilik homestay utk di carikan taksi ke bandara..oia taksi di HCMC ini kijang innova n setirnya di kiri..keren kan? kapan yah di jkt kyk gini..ngarep.com kykya..hahaha...sekitar jam 6.30 sore waktu HCMH kami pun pamit ke pemilik homestay yg ramah ini..lain kali kalau ke HCMH lg saya pasti nginep di Homestay ini lg..karena selain nyaman..pemiliknya ramah n mau bantu bgt..


=========================================================
Referensi :
Diep Anh Guesthouse
241/31 Pham Ngu Lao Street
District 1, Ho Chi Minh
Phone : +84838367920
Email  : guesthouse.diepanh@gmail.com

http://www.hostelworld.com

Pho 2000 "Pho for president"
Lokasi sebelah kiri Ben Thanh Market


Lukdy Tour (Kim Lukdy)
281/23/3 Le van Sy. P.01 ; Q.Tan Binh
Ho Chi Minh City – Vietnam
Mobile : (+84) 90-244-5767
Phone : (+84) 822-121817
Fax : (+84) 384-56294

No comments:

Post a Comment